Tujuh Tahap Jahit Tangan
Dari cetakan kayu hingga pelumasan tepi sol. Setiap pasang sepatu melewati tangan perajin yang sama dari awal hingga selesai.
Pencetakan Pola Last
Bentuk kaki Anda dipindahkan ke balok kayu padat. Setiap tonjolan tulang dan lengkung telapak diperhitungkan agar sepatu tidak menekan persendian.
Pemilihan Lembar Kulit
Hanya bagian punggung kulit samak nabati yang diambil. Area ini memiliki kerapatan serat tertinggi yang tahan terhadap tarikan dan tekukan langkah kaki.
Penipisan Tepi Kulit
Tepi lembaran kulit ditipiskan (skiving) dengan pisau asah tangan agar sambungan jahit tidak mengganjal atau melukai kulit kaki pemakai.
Penarikan Atas Lasting
Kulit bagian atas ditarik kencang menggunakan tang pincer di sekeliling cetakan kayu, lalu dipaku sementara hingga mengikuti kontur siluet sempurna.
Pemasangan Rangka Welt
Kulit bagian bawah dilipat ke arah luar (stitchdown welt) dan diperkuat pelat kayu ulin sebagai penahan kelenturan telapak kaki.
Jahit Tembus Sol
Jarum baja menusuk menembus kulit atas, welt, dan sol karet mentah secara bersamaan. Benang lilin dikunci ganda pada tiap titik tusukan.
Burnishing Malam Lebah
Tepi sol kayu dan kulit digosok dengan kayu ulin licin dan malam lebah hutan panas untuk menghasilkan kilau gelap kedap air.
Empat Puluh Delapan Jam Teliti
Kami tidak mengejar kuantitas ratusan pasang per hari. Satu meja perajin kami hanya menyelesaikan paling banyak dua pasang sepatu dalam satu pekan.
Kecepatan itu terbayar lunas saat Anda mengenakannya: sol yang tidak pernah terlepas, kulit yang tidak retak, dan kenyamanan pijakan yang menyatu dengan tubuh Anda.